^ Ke Atas
 
HEADLINE:
2017-06-11 10:59:41 - Kunjungan Presiden Jokowi ke Pondok Pesantren Darussalam Ciamis <0> 2017-04-26 14:03:25 - Belajar dari Sapen <0> 2017-04-22 13:41:39 - Orasi Budaya : Budaya Populer dan Penguatan Identitas Masyarakat Islam Indonesia <0> 2017-04-10 15:13:01 - Kuliah Umum dan Seminar Nasional <0> 2017-04-03 08:09:42 - Tadi Pagi, Dosen Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Wafat <0>
 

BERITA FOTO

2017-05-19 : Diskusi Panel Membedah Paradigma Baru Proyeksi Pengankatan Tenaga Pendidik Tingkat SD/MI di Kab. Ciamis diselenggarakan bersama Kantor Kemenag Kab Ciamis, BKDD Ciamis dan HMPS Prodi PGMI

Ketua Prodi PGMI pada Acara Diskusi Panel Membedah Paradigma Baru Proyeksi Pengankatan Tenaga Pendidik Tingkat SD/MI, di Kab. Ciamis diselenggarakan bersama Kantor Kemenag Kab Ciamis, BKDD Ciamis dan HMPS Prodi PGMI

2017-04-26 : Studi Lapangan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) IAID Ciamis ke SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta

Studi Lapangan Pembelajaran SD Mahasiswa PGMI di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta

Anda berada di: Depan > BELAJAR DARI SAPEN
Belajar Dari Sapen
Diposting pada: 2017-04-26 14:03:25 | Hits : 83 | Kategori: Internal
 

Rabu, 26 April 2017 Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) IAID Ciamis melaksanakan kegiatan Studi  Lapangan ke SD Muhammadiyah Sapen, Yogyakarta.

Pada kegiatan tersebut, Dekan Fakultas Tarbiyah IAID Ciamis dan Kepala SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta melakukan penandatanganan MOU untuk memperkuat kerjasama dalam bidang Pelatihan Pembelajaran SD, Penelitian Pembelajaran SD, dan Peningkatan Penyelenggaraan Pendidikan Tingkat SD/MI.

Dr. Sumadi, M.Ag. adalah salah satu Dosen IAID yang ikut dalam kegiatan Studi Banding berbagi pengalaman saat berada di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta. Berikut tulisan khusus beliau untuk Sapen.

Ini adalah kunjungan saya yang kedua ke SD Muhammadiyah Sapen  Yogyakarta.Tentu banyak sekolah yang bagus di Indonesia.Tapi pada tulisan ini hanya khusus untuk Sapen.

Sapen sebagai salah satu sekolah di Indonesia jika dibandingkan dengan beberapa sekolah di Amerika yang saya kunjungi pada tahun 2008 tepatnya di negara bagian Hawaii dan Ohio, sekolah ini tidak kalah majunya.

Komposisi peserta didik terdiri dari 10 persen tidak mampu, 20 persen orang kaya, 70 persen yang menengah dan rata.Yang 10 persen gratis, 20 persen bayar lebih, 70 persen bayar rata-rata sama dengan yang lain.

Yang bayar nol rupiah melalui fit and proper test dari keadaan rumah, jumlah anggota keluarga, kendaraan yang dimiliki, dan penghasilan sehingga tidak salah sasaran. Yang 20 persen berbayar variatif 300 sampai dengan 650, yang 70 persen 150 sampai dengan 300 ribu rupiah rata-rata. Dengan model ini ada subsidi silang sebagai bentuk menghadirkan keadilan sosial.

SD Sapen tidak ada seleksi.Tetapi dengan placement yaitu penempatan sesuai dengan kempuannya. Implikasinya materi pembelajaran yang diberikan tidak salah. Pembelajaran disesuaikan dengan minat, bakat, dan keunikan peserta didik.

Teladan.Teladan menjadi core pendidikan di Sapen.Mendidik dengan teladan sebagai pendidikan karakter.Kepala sekolah datang paling awal 5.25 pagi.Kepala mengecek semua kesiapan sekolah.Kemudian disusul oleh para guru.Tidak ada guru yang datangnya terdahului oleh siswa.Saat siswa berdatangan ke sekolah yang diantar oleh para orang tuanya para guru menyambut datangnya peserta didik.Mirip serah terima dengan antara orang tua kepada gurunnya.Dengan proses itu para orang tua menjadi tenang atas kepastian dan keamanannya anaknya dalam menuntut ilmu.

Pada jam 13.00 para siswa mendapat kelas sesuai dengan bakat dan pilihanya. Ada kelas musik, kelas bulu tangkis, kelas volly, kerajinan dan lain-lain.Selain itu terdapat 52 ekstrakurikuler yang dilayani untuk para siswanya.

Para gurunya mendapat perhatian dan penghargaan.Semua guru mendapat jaminan kesehatan BPJS Nomor 1. Para guru setiap hari mendapatkan uang transpor dan makan.Tentunya berbagai tunjangan lain sehingga seluruh hidupnya para guru tercurah untuk Sapen.

Mendidik Panggilan Hati. Itulah dasar mendidik. Kode etiknya tidak boleh menyakiti dari mulai ucapan gerakan, dan seluruh perilaku. Mudah mudah banyak sekolah yang lebih bagus dari Sapen. Pendidikan Dasar yang berkualitas menjadi fondasi penting sebuah bangsa. Great Sapen!

 

 

 

Posting Lainnya:

KOMENTAR

« Kembali

MUTIARA HADIST
Jangan Dekati Zina! :
Hai Umat Muhammad, Demi Allah, Tak Ada Satupun Yang Lebih Pencemburu Dari Allah Ketika Ada Seorang Hamba-Nya Yang Laki-laki Atau Perempuan Berbuat Zina. Hai Ummat Muhammad, Demi Allah, Sekiranya Kalian Mengetahui Seperti Apa Yang Aku Ketahui, Tentu Kalian Akan Sedikit Tertawa Dan Banyak Menangis.�? Kemudian Beliau Mengangkat Kedua Tangannya Seraya Berkata , “Ya Allah, Bukankah Aku Sudah Sampaikan?�?