PERJUANGAN RAKYAT PALESTINA DALAM CERITA PENDEK JABALUN-NâR KARYA ALI AT-THANTAWY : PEMAKNAAN STRUKTURALISME GENETIK DAN IDEOLOGIS

Oleh : Fadlil Munawwar Manshur

ABSTRAK

Penelitian ini memilih objek material berupa cerita pendek (cerpen) berjudul Jabalun-Nâr yang ditulis oleh Ali at-Thanthawy, pengarang Arab Mesir. Adapun objek formalnya adalah perjuangan rakyat Palestina melawan kolonialisme Israel yang terkandung di dalam teks cerpen tersebut.

Penelitian ini menggunakan teori strukturalisme genetik dan teori ideologi dengan dasar pemikiran bahwa realitas sosial rakyat Palestina sangat berat menghadapi tantangan internal bangsanya, yaitu melawan pendudukan Israel atas tanah-tanah Palestina. Pengarang dalam cerpennya itu mengungkapkan realitas sosial bangsa Palestina yang dapat menggugah dan menimbulkan empati bagi setiap orang yang membacanya.

Secara teoretis, penelitian ini ditujukan untuk memahami dan mengangkat isu perlawanan rakyat Palestina terhadap kolonialisme Israel dengan perspektif strukturalisme genetik dan ideologi. Adapaun secara praktis, ditujukan untuk mengungkap semangat perlawanan rakyat Palestina terhadap kaum penjajah dan ideologi yang dianut oleh tokoh-tokoh cerita dalam cerita pendek Jabalun-Nâr. Selain itu, diungkapkan juga bagaimana hubungan genetikanya dengan ideologi pengarangnya.

Dalam penelitian ini digunakan metode interpelasi yang cara kerjanya diarahkan pada pengungkapan kondisi objektif rakyat Palestina sehingga dapat bersinggungan dengan fakta cerita. Penelitian ini juga berupaya untuk menemukan benang merah yang menghubungkan antara subjek ideologi dalam fakta sosial dengan subjek operasional yang ada dalam fakta cerita.

 

Kata Kunci :  Jabalun-Nâr, strukturalisme genetik, ideologi, perlawanan rakyat Palestina.

Apakah Ini Sering Terjadi Pada Anda?

Dari Abu Hurairah R.a. Berkata: Rasulullah Saw Bersabda, "Apabila Telah Diserukan Adzan Untuk Shalat Maka Berlari Mundurlah Setan Sambil Terkentut-kentut, Hingga Tidak Terdengar Olehnya Suara Adzan Itu. Apabila Adzan Telah Selesai, Ia Pun Datang Kembali. Kemudian Ia Mengganggu Hati Orang Yang Shalat, Seraya Berkata, 'Ingatlah Ini Dan Ingatlah Itu.' Padahal Yang Demikian Itu Tidak Pernah Diingatnya Sebelum Shalat. Sehingga Orang Yang Shalat Itu Tidak Tahu Lagi, Sudah Berapa Rakaatkah Shalat Yang Dikerjakannya Itu."

TOP